Teknologi->Ponsel Ramah Lingkungan,
Jumat, 10 Oktober 2008
Perkembangan peredaran ponsel yang begitu cepat secara
tidak langsung akan berdampak pada lingkungan. Semakin mudah orang akan
membuang ponsel bekasnya dan menggantinya dengan yang baru. Jika ada ratusan,
ribuan, bahkan jutaan ponsel bekas yang sudah rusak dan menumpuk di tempat
pembuangan akhir, maka bisa menimbulkan pencemaran tanah.
Untuk mengurangi dampak buruk tersebut, para perancang gadget menciptakan
ponsel yang dapat didaur ulang. Salah satunya adalah ponsel Bamboo, yang
sebagian besar bahan bakunya menggunakan bio-plastik. Material tersebut
dikembangkan dari bahan-bahan alami, salah satunya dari jagung. Elemen yang ada
di ponsel tersebut seperti papan sirkuit, baterai, dan antena dapat terurai
menjadi kompos jika ditanam di tanah.
Nama “Bamboo” dipilih karena ketika ponsel ditanam sebagai kompos, maka bisa
mengeluarkan benih bambu yang akan tumbuh menjadi tanaman baru. Yang cukup unik
adalah baterainya bisa disetrum dengan cara diremas-remas oleh tangan. Remasan
selama tiga menit mampu memberi tenaga untuk menelepon.
(sumber: www.rileks.com)