WARNING: Site Requirements not met (Javascript + Flash Player 8).

Album Games... Click Here...

 

 

Pendidikan->Jangan Ambil Bangku Sekolahku!
Selasa, 31 Maret 2009

Teman-teman kita di SD Mulyoasri II, Malang, Jawa Timur mengalaminya. Mereka tak rela bangku dan meja belajar mereka diambil paksa. Aksi tarik-menarik antara mereka dan orang tak dikenal pun tak dapat dihindari. Peristiwa mengejutkan ini sontak membuat mereka histeris. Tangis dan air mata tak terelakkan.

Kawan, orang yang tak dikenal itu berprofesi sebagai perajin kayu meubel. Mereka datang ketika teman-teman kita di SD tersebut tengah asyik belajar. Penyitaan ini terjadi karena Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang belum membayar lunas bangku sekolah kepada perajin tersebut. Duh, bagaimana, ya, Kawan perasaan teman-teman kita ini saat bangku sekolah mereka diambil paksa?

Menurut Dewi, salah satu siswi, dia sangat sedih. Sementara Andi, selain sedih dia juga berharap supaya bangku-bangku itu tidak diambil. Sambil sesenggukan dia sedih tidak bisa belajar. 

Selain kedua teman kita, seorang guru pun ikut menangis. Dia tak kuasa melihat proses pengambilan meja-bangku tersebut. Sambil melihat peristiwa pilu itu, dia pun berdo'a.

Kawan, sehari setelah peristiwa tersebut teman-teman kita itu mengadakan do'a istigosah. Mereka meminta kepada Tuhan agar bangku dan meja yang sejak 3 tahun lalu mereka pakai tidak jadi disita.

Para perajin menyita sedikitnya 400 bangku dari 15 sekolah dasar di Malang. Namun sayangnya nih, Kawan, pihak Pemkab Malang hanya bisa pasrah saat perajin menyita bangku-bangku tersebut. Pihak pemkab mengaku belum membayar semua bangku senilai Rp.2,9 Miliar itu.

Peristiwa ini memang sangat memprihatinkan. Apalagi terjadi di tengah teman-teman kita yang sedang mempersiapkan ujian. Syukurnya, setelah diberi pengertian oleh guru, pihak perajin menunda penyitaan.

Fatkhul Ridho, perajin kayu untuk bangku dan meja tersebut mengatakan, bahwa ia memutuskan menunda proses pengambilan alat belajar itu. "Penarikan tetap akan dilakukan menunggu sampai mereka selesai ujian," begitu ungkapnya. 

Kepedulian akan nasib teman-teman kita ini pun mengalir. Banyak lembaga yang menghibahkan bangku-bangku sekolah agar teman-teman kita bisa menjalankan ujian dengan tenang.

Pemerintah pun berjanji ketika ujian selesai pengambilan bangku sekolah tidak akan terjadi lagi.

Kawan, semoga janji pemerintah bisa ditepati, ya. Dan peristiwa ini semoga tidak berlarut-larut. Teman-teman kita 'kan ingin tenang belajar, ya!

Print Print