|
Kesehatan->Musibah Situ Gintung Selasa, 31 Maret 2009Kawan, Jum'at lalu adalah hari yang kelam bagi sebagian warga Cireundeu, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Banjir bercampur lumpur menghancurkan ratusan rumah di sekitar Situ Gintung. Puluhan nyawa melayang dan ratusan korban terluka. Bencana bermula pada pukul tiga dini hari. Hujan lebat yang mengguyur sejak malam sebelumnya, diduga membuat debit air di situ tersebut meninggi. Tak mampu menahan beban, tanggul di bagian utara setinggi 20 meter pun jebol. Air bah pun melahap pemukiman warga yang tengah lerlelap. Salah seorang teman kita menjadi korban. Yongki namanya. Dia menuturkan suara di pagi itu seperti bunyi pesawat yang sedang terbang. Kejadian pun sangat tiba-tiba. Saat ditemui, Yongki terlihat trauma dan bingung. Dia juga kehilangan ibunda tercinta. Padahal ketika air bah datang, teman kita berusia 10 tahun ini masih bergandengan tangan berlari menyelamatkan diri bersama sang ibu. Ibu malang tersebut bernama Sarinah. Yongki menguraikan ciri-cirinya. Rambut panjang dan kulit putih. "Saya pengin Ibu cepat pulang...," ungkapnya dengan sedih. Banyak rumah dan harta benda warga yang rusak dan hilang akibat terseret banjir. Tidak hanya itu, fasilitas umum seperti masjid, kampus dan sekolah pun rusak berat.Pemerintah dan masyarakat bahu membahu melakukan evakuasi. Warga sekitar situ pun memutuskan melakukan pemakaman massal atas korban meninggal. Hal ini disebabkan kondisi korban yang sudah mulai membusuk dan harus segera dikebumikan. Jum'at sore, sedikitnya 10 jenazah dimakamkan dalam satu liang berukuran 3x10 meter. Sementara empat warga lainnya dimakamkan secara terpisah. Di hari yang sama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Yusuf Kalla meninjau langsung lokasi kejadian. Mereka, atas nama pemerintah menyampaikan duka mendalam. Kawan, bencana tidak pernah kita duga datangnya. Selalu menjaga lingkungan dan berdo'a kepada Tuhan mesti tetap kita lakukan. Semoga para korban diberikan kekuatan, ya, Kawan! Mari kita berdo'a buat mereka! |

