Pendidikan->Pawai Pemilu
Senin, 13 April 2009
Kawan, ternyata mereka sengaja berkumpul untuk mengingatkan para warga agar memberikan hak suaranya dalam pemilihan umum 9 April 2009 lalu.
Bersama ibu masing-masing, teman-teman kita itu tampak bersemangat. Mereka berkeliling kampung sambil membawa alat-alat musik. Warga yang melihatnya pun terlihat senang.
Saat tiba di lokasi tempat pemungutan suara (TPS), mereka tidak masuk ke ruang tunggu pemilih. Mereka hanya diperbolehkan bermain di tempat yang sudah disediakan. Sementara, orang tua mereka mengantre untuk memberikan suaranya.
TPS nomor 22 di Kukusan, Depok, ini sangat peduli dengan anak-anak. Panitia di sini menyediakan arena bermain saat orang tua sedang menyontreng. Ada ayunan, jungkat-jungkit, bahkan odong-odong!
Menurut Pak Yudho, ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS di TPS ini, pembuatan lokasi bermain mempunyai tujuan agar para orangtua dapat berkonsentrasi dalam pencontrengan.
Kawan, bagus juga ya ide pembuatan arena bermain TPS ini. Kira-kira teman-teman kita yang ikut mengerti 'gak sih, soal pemilu?
Kawan kita bernama Ulfa, Afwan, dan Sofie ternyata belum banyak mengerti mengenai pencontrengan dan pemilu.
Hihihi. Ada-ada saja ya, Kawan. Iya, mereka memang belum cukup umur untuk ikut memberikan suara. Namun, mereka sepertinya tidak mau ketinggalan menikmati meriahnya pesta demokrasi. Termasuk yang dilakukan di kampung mereka sendiri.